Sunday, 11 October 2015

SAWERAN DALAM ADAT SUNDA

I.                  PENDAHULUAN

Acara adat merupakan sesuatu yang sangat mengesankan untuk seluruh para masyarakat Indonesia. Negara kita memiliki banyak sekali adat dan budaya yang beragam dan unik. Di setiap daerah selalu ada adat yang kaya akan makna. Menurut saya sebagai warga negara yang baik kita harus melestarikan budaya dari leluhur agar tidak punah dan diakui negara lain.
Masyarakat Indonesia sangatlah menyukai tontonan yang ditayangkan oleh televisi. Maka dari itu televisi harus menayangkan tontonan yang mendidik dan kaya akan budaya Indonesia disbanding budaya asing.
Tahun lalu masyarakat dihebohkan dengan penyangan live pernikahan artis terkenal Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina yang banyak sekali menggunakan adat dari daerah mereka berasal. Tayangan tersebut pun membuat masyarakat tahu akan budaya yang dimiliki oleh negara kita ini Indonesia.
Dengan banyaknya adat yang ada di Indonesia, saya akan menuliskan tentang adat Sunda yang sering diadakaan dipernikahan-pernikahan orang sunda, yaitu Saweran.

II.               TEORI

Upacara sawer dalam pernikahan Sunda dilakukan dengan menaburkan sejumlah benda-benda kecil yang bermakna khusus yang dilakukan oleh orang tua kedua mempelai. Penaburan tersebut adalah sebuah petunjuk kepada kedua calon mempelai agar bila di masa yang akan datang, mereka hidup senang, dan selalu ingat kepada sesama.
Taburan saweran disebar pada payung yang menaungi kedua mempelai yang berlindung di bawahnya. Selama prosesi berlangsung juru sawer menembangkan kidung berisi nasihat sebagai bekal kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru.
Bahan-bahan yang digunakan untuk saweran terdiri dari beras putih, kunyit, bermacam bunga rampai, uang logam, payung, sirih, permen, dan beras kuning yang sudah direndam dalam air kunyit. Masing-masing bahan tersebut merupakan representasi untuk mendoakan mempelai.

1. Beras menyimbolkan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada kedua pasangan, karena beras merupakan makanan pokok masyarakat Sunda, dengan harapan keduanya selalu hidup berkecukupan
2. Kunyit atau dalam bahasa Sunda biasa disebut koneng temen. Warna kuning dari kunyit diibaratkan sebagai emas. Kedua orang tua berharap agar putra putri dapat hidup tidak kekurangan bahkan lebih.
3. Bunga-bunga. Aroma wangi dari bunga yang semerbak menjadi harapan agar nama kedua mempelai selalu harum dengan prilaku yang baik.
4. Uang logam melambangkan kekayaan.
5. Payung sebagai lambang kewaspadaan.
6. Sirih untuk menyimbolkan kerukunan. Di antara kedua mempelai semoga selalu hidup rukun dan dapat saling mengerti satu sama lain.
7. Permen dengan rasa manis. Seperti permen, semoga kehidupan berumah tangga selalu manis dan harmonis.
8. Beras yang telah direndam dalam air kunyit.

Sesuai runutan adat pernikahan Sunda, setelah melakukan ijab kabul dan sungkem kepada orang tua, upacara sawer baru dilaksanakan. Dilihat dari arti kata sawer sendiri, sawer diambil dari kata awer dalam bahasa Sunda yang bermakna “air jatuh menciprat”. Ada lagi pendapat lain seperti dikutip dalam buku Bagbagan Puisi Sawer Sunda karya Yus Rusyana yang mengatakan bahwa sawer berasal dari kata panyaweran tempat yang biasa terkena air hujan yang terbawa hembusan angin.
Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan tempat yang dimaksud adalah di halaman rumah dimana cipratan air diibaratkan dengan cipratan dari bahan-bahan saweran, beras, kunyit, bunga dan lainnya.
Upacara sawer diikuti oleh anak-anak dan para orang dewasa yang belum menikah  berebut mengambil uang receh atau pun permen yang disebar. Orang-orang sunda mempercayai dengan mendapatkan saweran dapat mempermudah datangnya jodoh diwaktu dekat.


III.           ANALISIS

Menurut saya, Saweran pada adat Sunda memiliki makna bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan melemparkan benda-benda tersebut bermaksud berbagi dengan sesama dan mendapatkan doa dari pada orang-orang yang mengikuti saweran agar di masa mendatang pengantin dapat hidup selalu bersyukur dan selalu mengingat sesama.
Dengan adanya upacara saweran ini pun dapat menambah meriah acara pernikahan pengantin dengan suara-suara dari para orang yang mengikuti acara saweran tersebut sehingga membuat memori yang tidak terlupakan pada tetamu yang hadir dalam acara tersebut.

Referensi:

 http://www.weddingku.com/blog/upacara-sawer-yang-penuh-simbol

No comments:

Post a Comment