I.
PENDAHULUAN
Acara
adat merupakan sesuatu yang sangat mengesankan untuk seluruh para masyarakat
Indonesia. Negara kita memiliki banyak sekali adat dan budaya yang beragam dan
unik. Di setiap daerah selalu ada adat yang kaya akan makna. Menurut saya
sebagai warga negara yang baik kita harus melestarikan budaya dari leluhur agar
tidak punah dan diakui negara lain.
Masyarakat
Indonesia sangatlah menyukai tontonan yang ditayangkan oleh televisi.
Maka dari itu televisi harus menayangkan tontonan yang mendidik dan kaya akan
budaya Indonesia disbanding budaya asing.
Tahun
lalu masyarakat dihebohkan dengan penyangan live pernikahan artis terkenal
Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina yang banyak sekali menggunakan adat dari
daerah mereka berasal. Tayangan tersebut pun membuat masyarakat tahu akan budaya yang
dimiliki oleh negara kita ini Indonesia.
Dengan
banyaknya adat yang ada di Indonesia, saya akan menuliskan tentang adat Sunda
yang sering diadakaan dipernikahan-pernikahan orang sunda, yaitu Saweran.
II.
TEORI
Upacara
sawer dalam pernikahan Sunda dilakukan dengan menaburkan sejumlah benda-benda
kecil yang bermakna khusus yang dilakukan oleh orang tua kedua mempelai.
Penaburan tersebut adalah sebuah petunjuk kepada kedua calon mempelai agar bila
di masa yang akan datang, mereka hidup senang, dan selalu ingat kepada sesama.
Taburan
saweran disebar pada payung yang menaungi kedua mempelai yang berlindung di
bawahnya. Selama prosesi berlangsung juru sawer menembangkan kidung berisi
nasihat sebagai bekal kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru.
Bahan-bahan
yang digunakan untuk saweran terdiri dari beras putih, kunyit, bermacam bunga
rampai, uang logam, payung, sirih, permen, dan beras kuning yang sudah direndam
dalam air kunyit. Masing-masing bahan tersebut merupakan representasi untuk
mendoakan mempelai.
1.
Beras menyimbolkan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada kedua pasangan, karena
beras merupakan makanan pokok masyarakat Sunda, dengan harapan keduanya selalu
hidup berkecukupan
2.
Kunyit atau dalam bahasa Sunda biasa disebut koneng temen. Warna kuning dari
kunyit diibaratkan sebagai emas. Kedua orang tua berharap agar putra putri
dapat hidup tidak kekurangan bahkan lebih.
3.
Bunga-bunga. Aroma wangi dari bunga yang semerbak menjadi harapan agar nama
kedua mempelai selalu harum dengan prilaku yang baik.
4.
Uang logam melambangkan kekayaan.
5.
Payung sebagai lambang kewaspadaan.
6.
Sirih untuk menyimbolkan kerukunan. Di antara kedua mempelai semoga selalu
hidup rukun dan dapat saling mengerti satu sama lain.
7.
Permen dengan rasa manis. Seperti permen, semoga kehidupan berumah tangga selalu
manis dan harmonis.
8.
Beras yang telah direndam dalam air kunyit.
Sesuai
runutan adat pernikahan Sunda, setelah melakukan ijab kabul dan sungkem kepada
orang tua, upacara sawer baru dilaksanakan. Dilihat dari arti kata sawer
sendiri, sawer diambil dari kata awer dalam bahasa Sunda yang bermakna “air
jatuh menciprat”. Ada lagi pendapat lain seperti dikutip dalam buku Bagbagan
Puisi Sawer Sunda karya Yus Rusyana yang mengatakan bahwa sawer berasal dari
kata panyaweran tempat yang biasa terkena air hujan yang terbawa hembusan
angin.
Dari
pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan tempat yang dimaksud adalah di
halaman rumah dimana cipratan air diibaratkan dengan cipratan dari bahan-bahan
saweran, beras, kunyit, bunga dan lainnya.
Upacara
sawer diikuti oleh anak-anak dan para orang dewasa yang belum menikah berebut mengambil uang receh atau pun permen
yang disebar. Orang-orang sunda mempercayai dengan mendapatkan saweran dapat
mempermudah datangnya jodoh diwaktu dekat.
III.
ANALISIS
Menurut
saya, Saweran pada adat Sunda memiliki makna bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Dengan melemparkan benda-benda tersebut bermaksud berbagi dengan sesama dan
mendapatkan doa dari pada orang-orang yang mengikuti saweran agar di masa
mendatang pengantin dapat hidup selalu bersyukur dan selalu mengingat sesama.
Dengan
adanya upacara saweran ini pun dapat menambah meriah acara pernikahan pengantin
dengan suara-suara dari para orang yang mengikuti acara saweran tersebut
sehingga membuat memori yang tidak terlupakan pada tetamu yang hadir dalam
acara tersebut.
Referensi:
http://www.weddingku.com/blog/upacara-sawer-yang-penuh-simbol
No comments:
Post a Comment